Saturday, October 25, 2014

Ada Banyak Nama Untukmu

—tapi rasanya kau tak perlu tahu.

Karena nyaris setahun selalu berada di ruang yang sama, aku tak pernah benar-benar mengenalmu. Tiga semester berada di kelas yang sama, yang kulakukan hanyalah mencuri pandang kepadamu tak peduli bising macam apa lagi yang mengganggu.

Tiga semester, satu tahun—eh, belum?

Menurutku terlalu cepat, padahal sebelum ini aku merasa waktu baik-baik saja dan kerap memberitahuku berapa detik lagi tersisa untuk mengerjakan alternatif desain dan berdialog dengan Bahasa Inggris. Sekarang menurutku terlalu cepat, entahlah, mungkin karena aku merasa segalanya berubah dari semula, dari awal aku tahu ada kamu.

Awalnya mengenalmu itu menyenangkan, setiap hari aku mendorong pintu sambil mengucapkan selamat pagi dan siang, kau selalu duduk dengan tenang. Aku sering berpikiran ingin menjadi anak rajin yang bisa saja menjadi orang yang pantas kau kagumi. Awalnya, kukira kau lebih cocok dengan sahabatmu yang sering terlihat lebih seperti orang homo pacaran daripada sahabat biasa. Mulanya juga, aku berpikir ritual main basket bersama itu akan tetap ada.

Semuanya berubah, ya?

Ritual main basket itu berhenti menjelang ujian akhir semester satu. Sahabatmu tampak dengan dengan teman mainnya dan kau sibuk dengan gengmu seakan sahabatmu keluar dari geng itu. Dan waktu bergulir terlalu cepat sampai aku tak bisa merasakan apa-apa ketika nilai-nilaiku tidak bisa menjadi yang terbaik.

Padahal, setiap aku datang lebih, kau selalu duduk tenang. Kadang juga kau tidak ada karena alasan yang tidak kuketahui. Hal itu terus-terusan terulang sehingga akhirnya aku jenuh dan berniat ingin mendorong semua rasa untukmu supaya bisa kau telan bulat-bulat.

Tapi tidak terjadi.

Aku pengecut ya, Paus Biru.

Aku diam-diam menyebutmu Paus Biru karena aku suka hewan raksasa itu.

Dan—yah, banyak orang memanggilmu Kutu Bangsat atau Jamban atau Anjing dengan canda. Tetapi aku ingin memanggilmu Paus Biru hanya karena aku suka.

Ya, karena aku suka kamu.

.

.

.

.

Ada banyak nama untukmu—tapi rasanya kau tak perlu tahu.

No comments:

Post a Comment